7026
Hubungi Kami

TERNYATA KETIKA DI MU, ROMELU LUKAKU DIPERLAKUKAN TIDAK ADIL

Ternyata Ketika Di MU, Romelu Lukaku Diperlakukan Tidak Adil

Roberto Martinez yang merupakan pelatih Belgia memberikan penilaian terhadap mantan tim Romelu Lukaku, Manchester United. Martinez mengungkapkan bahwa Lukaku di perlakukan tidak adil ketika masih membela Setan Merah.

Lukaku sempat menjadi bagian dari skuat MU selama dua musim. Setan Merah membelinya dari Everton pada tahun 2017 dengan harga 85 juta Euro.

Musim pertama Lukaku di Old Trafford bisa dikatakan cukup baik. Sang penyerang bisa mencetak 16 gol di Premier League. Pada musim kedua, meski mencetak 12 gol, Lukaku memiliki cukup banyak masalah.

Pada akhirnya Lukaku memilih berpisah dengan MU. Sempat hendak hengkang ke Turin, Lukaku akhirnya memutuskan untuk bergabung dengan Inter Milan dengan mahar transfer sekitar 65 juta Euro pada awal musim 2019/2020.

Lukaku, kata Roberto Martinez memiliki banyak keluhan terkait karirnya di MU. BUkan hanya soal hubungan dengan Ole Gunnar Solskjaer yang buruk, tetapi juga soal rasa putus asa sang pemain.

"Waktu yang Lukaku miliki di Manchester United, dia sangat putus asa untuk memenangkan trofi dan dia mengambil banyak tanggung jawab di pundaknya dan mungkin banyak di salahkan," ujar Martinez.

"Di mata saya, sangat tidak adil," katanya.

Kini, Lukaku menikmati momen yang indah bersama Inter Milan. Performa di atas lapangan terus membaik. Lukaku pun mendapatkan tanggung jawab sesuai porsinya dan semakin matang dari sisi mental.

"Lukaku sedang mengerjakan proyek baru, dia mengambil tanggung jawab dan kesulitan yang dia alami di Inggris dengan cara yang baik," katanya.

Roberto Martinez mengenal Lukaku sejak lama. Sebelum menjadi pelatih Belgia, Martinez pernah bekerja sama dengan Lukaku saat masih di Everton. Saat itu, Lukaku masih seorang pemain muda yang butuh banyak bimbingan.

"Hubungan saya dengan Romelu adalah dari pemain muda ketika dia datang ke Everton dengan status pinjaman. Kemudian kami melakukan upaya besar untuk mendapatkannya secara permanen dan dia adalah rekor transfer Everton."

"Anda bisa melihat pemain melalui fase: momen bagus, momen buruk, tapi apa yang kami lihat bersama Romelu Lukaku adalah dia tidak pernah kehilangan kualitas luar biasa dalam mencetak gol."

"Sekarang, dia sudah dewasa dalam bermain," tutup Martinez.